Workshop Panduan Incinerator Digelar di TPS 3R Jagat Lestari Desa Munggu
Perbekel Desa Munggu, I Ketut Darta, didampingi Bendesa Adat Munggu, I Made Suwinda dan Bendesa Adat Kerta Bhujangga, Bagus Putra Wisnawa, Senin (22/12), secara resmi membuka Workshop Panduan Incinerator yang dilaksanakan di TPS 3R Jagat Lestari Desa Munggu.
Dalam sambutannya, Perbekel Desa Munggu, I Ketut Darta, menyampaikan bahwa keberadaan incinerator merupakan salah satu upaya strategis desa dalam mendukung pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para operator, agar incinerator dapat dioperasikan sesuai prosedur dan standar keselamatan.
“Melalui workshop ini, saya berharap para operator dan tenaga incinerator benar-benar memahami panduan penggunaan alat, sehingga dapat meminimalisir risiko serta memaksimalkan fungsi incinerator dalam mengurangi volume sampah di Desa Munggu,” ujar Perbekel I Ketut Darta.
Sementara itu, Bendesa Adat Munggu, I Made Suwinda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara desa dinas dan desa adat demi menjaga kesucian dan kelestarian lingkungan.
“Pengelolaan sampah yang baik merupakan bagian dari menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Kami dari Desa Adat sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan desa dinas, termasuk pengoperasian incinerator ini,” ungkap Bendesa Adat I Made Suwinda.
Materi dan pemateri workshop disampaikan oleh pihak penyedia incinerator, Dodika, yang memberikan panduan teknis pengoperasian incinerator secara aman dan efektif. Peserta workshop terdiri dari operator dan tenaga incinerator Desa Munggu yang bertugas di TPS 3R Jagat Lestari.
Melalui kegiatan ini diharapkan pengelolaan sampah di Desa Munggu dapat berjalan lebih optimal, profesional, serta berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan desa yang bersih dan sehat.Perbekel Desa Munggu, I Ketut Darta, didampingi Bendesa Adat Munggu, I Made Suwinda dan Bendesa Adat Kerta Bhujangga, Bagus Putra Wisnawa, Senin (22/12), secara resmi membuka Workshop Panduan Incinerator yang dilaksanakan di TPS 3R Jagat Lestari Desa Munggu.
Dalam sambutannya, Perbekel Desa Munggu, I Ketut Darta, menyampaikan bahwa keberadaan incinerator merupakan salah satu upaya strategis desa dalam mendukung pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para operator, agar incinerator dapat dioperasikan sesuai prosedur dan standar keselamatan.
“Melalui workshop ini, saya berharap para operator dan tenaga incinerator benar-benar memahami panduan penggunaan alat, sehingga dapat meminimalisir risiko serta memaksimalkan fungsi incinerator dalam mengurangi volume sampah di Desa Munggu,” ujar Perbekel I Ketut Darta.
Sementara itu, Bendesa Adat Munggu, I Made Suwinda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara desa dinas dan desa adat demi menjaga kesucian dan kelestarian lingkungan.
“Pengelolaan sampah yang baik merupakan bagian dari menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Kami dari Desa Adat sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan desa dinas, termasuk pengoperasian incinerator ini,” ungkap Bendesa Adat I Made Suwinda.
Materi dan pemateri workshop disampaikan oleh pihak penyedia incinerator, Dodika, yang memberikan panduan teknis pengoperasian incinerator secara aman dan efektif. Peserta workshop terdiri dari operator dan tenaga incinerator Desa Munggu yang bertugas di TPS 3R Jagat Lestari.
Melalui kegiatan ini diharapkan pengelolaan sampah di Desa Munggu dapat berjalan lebih optimal, profesional, serta berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan desa yang bersih dan sehat.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin