Perkuat Sinergi, Pemerintah Desa Munggu Gelar Gathering
Pemerintah Desa Munggu menggelar kegiatan gathering di kawasan wisata Jatiluwih yang dimotori oleh BUMDes Tri Guna Sejahtera, Sabtu (21/2). Kegiatan ini diikuti oleh Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta bersama BPD Munggu, Forkompimdes, perangkat desa dan staf, pengelola Desa Wisata, serta BUMDes Tri Guna Sejahtera sebagai upaya memperkuat sinergi dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan desa.
.
Dalam sambutannya, Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta menegaskan bahwa gathering ini tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, melainkan ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan menyatukan visi antar unsur pemerintahan desa. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan rasa saling percaya sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan serta pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan. “Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap tercipta hubungan kerja yang lebih solid, terbuka, dan harmonis, sehingga program pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
.
Kegiatan gathering lintas unsur pemerintahan desa ini mencerminkan praktik collaborative governance, di mana interaksi informal dan relasi sosial menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola desa. Pendekatan ini turut membangun modal sosial (social capital) yang ditandai dengan meningkatnya kepercayaan, kohesi, dan kapasitas kolaboratif antaraktor desa. Dalam konteks pengembangan desa wisata dan BUMDes, modal sosial tersebut menjadi faktor kunci dalam mendorong inovasi, akuntabilitas, serta keberlanjutan pembangunan ekonomi lokal.
.
Sementara itu, dari perspektif psikologi organisasi, kegiatan gathering dan team building memiliki peran penting dalam memperkuat keterikatan emosional (employee engagement) dan rasa memiliki (sense of belonging) antar anggota organisasi. Aktivitas bersama di luar rutinitas kerja formal dapat menurunkan tingkat stres, membuka ruang komunikasi yang lebih egaliter, serta meningkatkan empati dan kepercayaan antarindividu. Kondisi psikologis yang positif ini diyakini berdampak langsung pada meningkatnya motivasi kerja, kualitas kolaborasi, dan kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
.
Selain diskusi dan refleksi, kegiatan gathering juga diisi dengan berbagai aktivitas team building yang melibatkan seluruh peserta. Aktivitas ini dirancang untuk mempererat kekompakan, meningkatkan kerja sama tim, serta membangun suasana kerja yang sehat dan produktif sebagai bekal dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan desa ke depan.
.
Adapun pendanaan kegiatan gathering ini bersumber dari persentase keuntungan BUMDes Tri Guna Sejahtera, sebagai bentuk pemanfaatan hasil usaha desa untuk mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan desa.Perkuat Sinergi, Pemerintah Desa Munggu Gelar Gathering
.
Pemerintah Desa Munggu menggelar kegiatan gathering di kawasan wisata Jatiluwih yang dimotori oleh BUMDes Tri Guna Sejahtera, Sabtu (21/2). Kegiatan ini diikuti oleh Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta bersama BPD Munggu, Forkompimdes, perangkat desa dan staf, pengelola Desa Wisata, serta BUMDes Tri Guna Sejahtera sebagai upaya memperkuat sinergi dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan desa.
.
Dalam sambutannya, Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta menegaskan bahwa gathering ini tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, melainkan ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan menyatukan visi antar unsur pemerintahan desa. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan rasa saling percaya sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan serta pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan. “Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap tercipta hubungan kerja yang lebih solid, terbuka, dan harmonis, sehingga program pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
.
Kegiatan gathering lintas unsur pemerintahan desa ini mencerminkan praktik collaborative governance, di mana interaksi informal dan relasi sosial menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola desa. Pendekatan ini turut membangun modal sosial (social capital) yang ditandai dengan meningkatnya kepercayaan, kohesi, dan kapasitas kolaboratif antaraktor desa. Dalam konteks pengembangan desa wisata dan BUMDes, modal sosial tersebut menjadi faktor kunci dalam mendorong inovasi, akuntabilitas, serta keberlanjutan pembangunan ekonomi lokal.
.
Sementara itu, dari perspektif psikologi organisasi, kegiatan gathering dan team building memiliki peran penting dalam memperkuat keterikatan emosional (employee engagement) dan rasa memiliki (sense of belonging) antar anggota organisasi. Aktivitas bersama di luar rutinitas kerja formal dapat menurunkan tingkat stres, membuka ruang komunikasi yang lebih egaliter, serta meningkatkan empati dan kepercayaan antarindividu. Kondisi psikologis yang positif ini diyakini berdampak langsung pada meningkatnya motivasi kerja, kualitas kolaborasi, dan kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
.
Selain diskusi dan refleksi, kegiatan gathering juga diisi dengan berbagai aktivitas team building yang melibatkan seluruh peserta. Aktivitas ini dirancang untuk mempererat kekompakan, meningkatkan kerja sama tim, serta membangun suasana kerja yang sehat dan produktif sebagai bekal dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan desa ke depan.
.
Adapun pendanaan kegiatan gathering ini bersumber dari persentase keuntungan BUMDes Tri Guna Sejahtera, sebagai bentuk pemanfaatan hasil usaha desa untuk mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan desa.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin