Semangat Budaya Membara, 14 Sekaa Teruna Desa Munggu Unjuk Karya dalam Parade Ogoh-Ogoh di Taman Monumen Mekotek
Parade Ogoh-Ogoh yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi menjadi ajang pembuktian kreativitas dan semangat gotong royong pemuda-pemudi Desa Munggu, disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan wilayah dan tokoh masyarakat.
Suasana Taman Monumen Mekotek, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menjadi lautan kegembiraan dan kebanggaan budaya pada Rabu malam, 18 Maret 2025. Sebanyak 14 Sekaa Teruna se-Desa Munggu tampil memukau dalam gelaran Parade Ogoh-Ogoh yang menjadi salah satu rangkaian perayaan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka. Kegiatan ini tidak sekadar hiburan semata, melainkan sebuah perayaan luhur atas kreativitas, kebersamaan, dan kecintaan generasi muda Desa Munggu terhadap warisan budaya leluhur.
Parade yang berlangsung meriah dan penuh antusias ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, mulai dari Perbekel Desa Munggu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Munggu, Camat Mengwi yang diwakili Kasi Trantib, Perwakilan Kapolsek Mengwi, Perwakilan Danramil Mengwi, hingga seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Desa (Forkompimdes). Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bukti nyata dukungan penuh pemerintah dan aparat terhadap pelestarian tradisi dan budaya Bali yang adiluhung.
Perbekel Desa Munggu, I Ketut Darta, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh Sekaa Teruna yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan ogoh-ogoh dengan penuh dedikasi dan semangat. Ia menegaskan bahwa Parade Ogoh-Ogoh merupakan wujud nyata pengamalan Tri Hita Karana — keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sekitarnya.
"Saya bangga melihat semangat dan kreativitas anak-anak muda kita dalam melestarikan budaya Bali. Ogoh-ogoh adalah cerminan jiwa seni dan gotong royong yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya." Tutur I Ketut Darta dama Sambutannya
Setiap Sekaa Teruna yang berpartisipasi telah menginvestasikan waktu, tenaga, dan kreativitas selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, untuk merancang dan membangun ogoh-ogoh dengan berbagai tema yang terinspirasi dari mitologi Hindu, kisah pewayangan, hingga simbol-simbol penjaga alam semesta. Karya-karya tersebut menampilkan detail artistik yang tinggi, mulai dari ukiran ornamen, pewarnaan, hingga konstruksi yang megah dan dramatis.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin